Jumat, 16 Desember 2011

TIPS JITU MENGHADAPI DOSEN KILLER

Dosen adalah staf pengajar di perguruan tinggi yang mana akan membawa mahasiswa pada keilmuan yang berlandaskan standar kopetensi tentunya telah di canangkan oleh Dirjen DIKTI. Namun nyatanya sebaik apapun mahasiswa belajar sebagaimana yang mereka usahakan untuk lebih baik, tetap saja terkadang dalam mata kuliah tertentu mereka mendapatkan hasil yang tidak sesuai.
Hasil yang tidak memuaskan tersebut ternyata bisa disebabkan karena penilaian sepihak dari sang dosen terhadap hasil karya mahasiswanya. Bisa juga penilaian tersebut bersifat kurang Objektif alias memandang hasil kerja mahasiswa karena tingkat kedekatannya dengan si dosen itu sendiri.
Sangatlah percuma jika hasil kerja keras mahsiswa dengan penuh perjuangannya ternyata mendapatkan hasil yang sepadan. Juga malahan mendapatkan nilai yang tidak adil di mata mereka. Hal tersebut diatas bisa di tanggulangi dengan beberapa kiat praktis menghadapi dosen killer  tersebut.
1.     
  1. Usahakan Jangan Berbuat Ulah yang tidak Penting.
Jika mahasiswa ingin protes silahkan saja, itu adalah hak semua mahasiswa. Tapi usahakan gunakan cara yang lebih baik. Gunakan pikiran yang rasional untuk mengajukan protes atau perasaan tidak memuaskan tersebut. Gunakan bahasa yang sopan dan santun walaupun dalam kondisi emosi yang tidak stabil.
Lain di rumah lain juga di sekolah, kebiasaan diluar kampus sebaiknya di tahan dulu. Jika anda seorang yang tempramen atau orang yang mudah marah atau juga anda adalah orang yang labil di segi emosi lebih baik anda diam dari pada anda akan berbuat ulah yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya.

2.    Tidak Ada Salahnya Meminta Maaf
Jika hal diatas atau hal yang tidak dinginkan terlanjur terjadi maka jangan segan untuk meminta maaf. Jangan malu atau merasa harga diri terinjak-injak saat meminta maaf, toh kalo anda tidak lulus atau gagal menjalani perkuliahan itu bisa lebih parah lagi. Tenang saja jika anda mendendam sebaiknya simpan dulu, masih ada hari esok untuk membalasnya. Untuk saat ini buatlah langkah anda lebih lancer dan lebih baik dengan meminta maaf.

3.    Memberi Bukan Berarti Suap
Jangan salah tanggap dulu jika mahasiswa memberi sesuatu pada dosen dikatakan menyuap. Nyatanya dengan cara ini banyak mahasiswa yang tadinya putus asa akhirnya lulus juga dan keluar dari masa kritis. Jika anda seorang yang idealis pemberian kepada dosen bisa anda asumsikan sebuah pemberian yang sewajarnya tanpa iming-iming apapun. Anda bisa member sesuatu barang pada dosen dengan maksud mendekatkan diri pada hubungan yang lebih akrab. Anggap saja kunjungan ke rumah si Dosen sebagai mata kuliah tambahan dan pemberian tersebut adalah balas jasa karena telah mengajar di luar kampus.
Dengan cara ini kemungkinan anda akan berhasil, karena sudah terbukti cara ini sangat efektif menghadapi dosen model apapun. Baik itu dosen egois, dosen narsis, dosen dosen so artis, dosen so manis dan dosen puitis ternyata bisa luluh juga dengan cara demikian.

4.    Bertanyalah apa yang di Inginkan Dosen
Pertanyaan yang dimaksudkan diatas bertujuan agar kita mengerti apa yang diharapkan dosen dari mahasiswanya. Jangan lupa tanyakan dulu bagaimana komitmen atau pola mengajar si dosen saat memulai perkuliahan.
Dengan demikian kita akan sepontan ikut dalam koridor system yang sudah di terapkan oleh si dosen hingga kita terhindar dari hal yang tidak kita inginkan.

Penulis tidak bertanggung jawab atas efek samping dari tips diatas. Terima kasih.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Colgate Coupons