Skip to main content

Tuhan Itu Tidak Ada........


oleh Findi Firmanliansyah pada 29 Maret 2011 jam 1:35

Saya memiliki keyakinan bahwa siapapun yang membaca judul tulisan ini, akan langsung memunculkan tanda tanya besar di dalam benaknya. Kalian mungkin akan merasa kesal dan marah atas statement yang saya buat ini. Hal ini memang sudah tidak mengherankan lagi, karena pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan sudah cukup bisa menilai sesuatu hanya dari hal yang pertama kali terlihat atau pertama kali tertangkap oleh indera kita. Ya, hal inilah yang mendorong saya untuk kemudian membuat tulisan ini. Tujuannya? Agar kalian bisa membacanya sampai akhir, dan mengerti persoalan yang saya ungkapkan.
 Tulisan ini memang sedikit membahas mengenai permasalahan ketuhanan. Tentu saja hanya dari segi kita sebagai manusia, juga dari realitas sosial yang saat ini berkembang di sekeliling kita. Memang kalau kita berbicara mengenai ketuhanan, yang langsung muncul di benak kita adalah mengenai agama, ibadah, keimanan, dan hal2 lain yang berhubungan dengan kekuatan di luar batas nalar. Namun bila kita berbicara tuhan dari segi kondisi sosial masyarakat sekarang ini, akan muncul suatu fenomena ataupun persoalan yang mungkin menarik untuk didiskusikan bersama.
 Saya ingin sedikit menghubungkan tulisan ini dengan beberapa karya musik dari beberapa band metal yang memang secara kritis membahas persoalan ini. Yang pertama adalah ketika kondisi masyarakat pada umumnya mulai bergeser pada suatu sistem kedunian yang sangat dipengaruhi oleh aspek ekonomi sebagai tujuan akhir atau suatu hal yang paling dituju. Ini yang kemudian menjadikan sebagian besar manusia lebih mengagungkan hal2 yang bersifat keduniawian sebagai sesuatu yang pantas dicari, diutamakan, atau bahkan mungkin disembah. Lalu yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, kemanakah tuhan yang seharusnya kita utamakan untuk disembah?apakah kita sudah melupakan Tuhan yang sebenarnya? Atau apakah memang “Tuhan telah mati”?
 Ungkapan tersebut yang kebetulan menjadi sebuah judul lagu dari band Forgotten memang sangat ekstrim untuk diutarakan. Kita mungkin akan kembali berfikir negatif hanya dengan membaca atau mendengar ungkapan tersebut. Namun sekali lagi saya harus mengingatkan bahwa semua yang tampak tidak selamanya menggambarkan sesuatu yang ada di dalamnya. Ungkapan tersebut tidak benar2 menyebutkan atau mempercayai bahwa tuhan telah tiada. Namun itu hanya sebuah gambaran keadaan bahwa manusia sudah banyak yang melupakan tuhan yang sebenarnya. Banyak manusia yang menganggap urusan2 dunia menjadi hal yang paling diutamakan. Kita semua cenderung melupakan tuhan satu2nya yang patut disembah, layaknya melupakan hal yang tidak penting atau hal2 yang telah mati.
 Yang kedua saya sedikit membahas satu judul karya lagi dari salah satu band metal asal bandung Beside yaitu, Aku Adalah Tuhan. Haha, satu kalimat simpel namun bermakna besar. Lagi-lagi jika kita berhenti hanya dengan membaca judul tersebut tanpa mendalaminya, mungkin kita akan berfikir bahwa orang yang menciptakan lagu tersebut adalah orang yang benar2 telah menduakan tuhannya. Lebih parah lagi ia telah mengaku bahwa ia adalah tuhan. Benar-benar ekstrim dan sangat kontroversial bukan?
 Namun tanpa kita sadari sebagian besar manusia jmempunyai pemikiran bahwa kita berhak atas apapun dalam diri kita. Artinya, manusia justru sering berfikir bahwa dirinya bebas melakukan apa saja, terutama segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya sendiri. Pada akhirnya, kita sebagai manusia akan beranggapan bahwa “aku adalah tuhan bagi diriku sendiri”. Ya, sekali lagi, sadarkah kita bahwa dalam hati kecil ini, mungkin di alam bawah sadar kita, kita sering melakukan hal tersebut. Melakukan segala hal yang dikehendaki, dengan berlindung pada keyakinan bahwa ‘tubuh ini miliku, raga ini miliku, jadi aku berhak atas segala hal yang ada pada diriku’ (walaupun hanya dengan meninggalkan apa yang diperintahkan tuhan yang sebenarnya, lebih jauh dengan melaksanakan apa yang dilarangNya). Kita seakan melupakan dari mana semua yang kita miliki ini berasal. Kita seakan melupakan Dzat pencipta yang sesungguhnya. Dzat yang menciptakan kita sebagai manusia beserta alam dan isinya yang senantiasa kita manfaatkan untuk keberlangsungan hidup.
 Sedikit saya memberi kesimpulan bahwa memang sebagian besar dari kita masih beranggapan bahwa banyak hal yang menjauhkan kita dari sang pencipta, bahkan dari hal-hal yang tidak kita sadari. Padahal dalam hati kecil kita akan selalu mempertanyakan dari mana kita semua berasal, dan kemana kita akan pergi? Atau bagaimana bisa setetes air hina bisa berubah menjadi kita manusia dengan segala hal yang dibanggakannya? Mungkin para ilmuan bisa menjelaskannya dengan ilmu pengetahuan. Namun apakah semuanya bisa dijelaskan secara keseluruhan dan mendetail dengan rasional yang kita miliki? Sementara masih banyak sekali misteri kehidupan yang masih belum terpecahkan bahkan seorang ahli sekalipun. Hal ini lah yang semakin menambah keyakinan saya bahwa memang tuhan itu benar-benar tidak ada…… ya, tuhan itu benar2 tidak ada DUANYA.

Comments