Skip to main content

INILAH RUDAL BARU ANTARBENUA YANG DIKEMBANGKAN RUSIA



Rudal ICBM adalah jenis rudal yang dikembangkan Rusia dengan kemampuan jelajah yang tinggi. Biasanya rudal ini di luncurkan dari kapal selam miliknya yang sudah di tempatkan pada posisi strategis sehingga mampu menjangkau target yang jauh sekalipun. Divisi Rocket ICBM itu sendiri merupakan divisi rudal terbesar di dunia. Hingga saat ini Rusia memiliki hingga 560 misil dengan hulu ledak nuklir. Divisi rocket strategis mulai berdiri pada masa perngan dingin. Dengan maksud untuk melawan serangan roket dan untuk pertahanan Uni Soviet. Divisi ini juga mengoperasikan rudal ICBM.

Sudah beberapa tahun yang lalu kapal selam Rusia dengan tenaga Nuklir “Yuri Dolgoruky” Berhasil melakukan peluncuran rudal balistik Interconinental RSM-56 Bulava dengan daya jangkau 10.000 Km. Tentunya saat percobaan itu berlangsung rudal ICBM tersebut sengaja dirancang untuk diluncurkan dari kapal Selam Borei Class.

Pada kali ini Rudal ICBM yang dikembangkan Rusia sebagaimana jenis baru tersebut dirancang kusus untuk menembus system prisai rudal rancangan AS. Adapun kemampuan lebih dari Rudal ini adalah menggunakan bahan bakar cair sehingga memiliki kemampuan maneuver lebih baik di bandingkan rudal sebelumnya. Rencananya rudal tersebut akan memiliki kemampuan untuk menembus pertahanan AS secara hipotesis. Rencana tersebut disampaikan oleh panglima kesatuan Rudal Strategis (Strategis Missile Forces/SMF) Letnan Jendral Sergei Karakayev di Moskow dan berdasarkan pernyataannya bahwa Rusia akan menguji cobakan sebanyak 11 Rudal.


Rudal-rudal lama Rusia yang masih menggunakan bahan bakar padat mungkin akan kesulitan menembus system pertahanan /prisai rudal terbaru AS. Roket berbahan bakar padat memiliki kelemahan, yakni sekali bahan bakar di bakar maka seluruh cadangan bahan bakar akan terbakar habis tanpa bisa dihentiakan. Dengan demikian bahan bakar cair akan lebih efisien karena pasokan bahan bakar bisa diatur menggunakan pipa dan system katup sehingga tenaga dorongan roket bisa diubah yang artinya roket akan memiliki kemampuan maneuver yang baik.

ICBM baru ini akan menggantikan rudal jenis ICBM lama yang mana NATO menyebutnya Rudal Satan (setan) adapun kemampuan rudal lama itu sama mengerikannya dengan yang baru tersebut yaitu memiliki kemampuan mengangkut 10 hulu ledak nuklir dengan jarak jelajah maksimum 11.000 Km. Pengembangan Rudal ICBM tersebut ada kaitannya dengan hubungan Rusia dengan As yang kurang mesra akhir-akhir ini akibat dari rencana AS dan NATO yang ngotot membangun system prisai rudal eropa. Dengan demikian Rusia merasa terancam dengan system pertahanan tersebut, sementara AS dan NATO bersikeras system tersebut tidak ditunjukan kepada Rusia tetapi untuk menangkis serangan rudal dari Negara-negara nakal semacam Iran.

Alasan tersebut serentak dibalas bahwa menurut Karakayev Iran belum memiliki tekhnologi maupun potensi untuk membuat rudal-rudal balistik. Meski ada beberapa berita atau laporan yang mana Iran telah menguji cobakan Rudal ICBM namun SMF meragukan bahwa rudal-rudal Iran tersebut memeliki jelajah efektif hingga eropa.

Rusia masih merencanakan system control rudal balistik generasi keempat (4G) mulai tahun depan. Sistem control baru ini akan disebar di seluruh pos Komando baik itu tempat peluncuran tetap hingga fasilitas peluncuran mobil. Sistem control generasi baru ini dirancang khusus untuk memastikan kendali yang lebih canggih bagi rudal-rudal nuklir generasi baru milik Rusia.

Sumber : Kompas

Comments